Best practices atau praktik baik merupakan istilah untuk mendeskripsikan pengalaman keberhasilan terbaik dari guru, kepala sekolah, atau pengawas dalam menyelesaikan masalah sebagai tugas profesinya. Pada prinsipnya best practices tidak sama dengan penelitian tindakan kelas (PTK) karena best practices tidak mempersyaratkan adanya siklus. Best practices dapat ditulis dalam bentuk karya ilmiah (laporan).
Pada Program Pendidikan Profesi Guru Katagori 2 ini, kami Mahasiswa PPG DALJAB diminta untuk membuat Best Practices atau praktik baik selama melakukan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang dimulai dari tanggal 13 Oktober 2022 sampai dengan 6 Desember 2022 dengan menggunakan metode STAR ( Situasi, Tantangan , Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak ). Berikut ini adalah Best Practices yang telah saya, Dian Larasati, S.Farm., Apt buat dengan memilih salah satu pengalaman terbaik dari beberapa PPL yang sudah saya lakukan :

Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Lokasi | SMK Negeri 1 Sampang |
Lingkup Pendidikan | Sekolah Menengah Kejuruan |
Tujuan yang ingin dicapai | Meningkatkan keterampilan guru dan siswa dalam penggunaan teknologi yang di intergrasikan pada proses pembelajaran inovatif sehingga meningkatkan ketertarikan, motivasi belajar siswa, daya berfikir kritis, terutama pada mata pelajaran Pelayanan Farmasi terkait Informasi Obat sehingga hasil pembelajaran optimal. |
Penulis | Dian Larasati, S.Farm., Apt |
Tanggal | 24 November 2022 |
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. | Kondisi yang menjadi latar belakang masalah Di dalam interaksi belajar mengajar, guru memegang kendali utama untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu, guru harus memiliki keterampilan mengajar, mengelola tahapan pembelajaran, memanfaatkan metode, menggunakan media dan mengalokasikan waktu. Peserta didik juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada dasarnya akan berhasil apabila peserta didik terlibat aktif dan mampu berpikir kritis serta kreatif saat menghadapi masalah yang di hadapi dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik dapat ditempuh salah satunya menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat. Model dan media pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan juga melibatkan peserta didik dan guru dalam meningkatan hasil belajar secara aktif. Dalam kondisi seperti sekarang ini, sangat diperlukan penggunaan model dan media pembelajaran yang bisa menyalurkan informasi dengan jelas kepada peserta didik. Perkembangan teknologi juga semakin maju dan perlu di integrasikan dalam pembelajaran agar semakin menarik minat belajar siswa. Model pembelajaran yang cocok diterapkan pada peserta didik terutama pada mata pelajaran pelayanan farmasi materi informasi obat guna merangsang daya pikir kritis siswa yaitu PJBL atau PBL. Praktik pembelajaran ini sangat penting untuk dibagikan karena : 1.Sebagian besar guru mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini yaitu kemampuan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran masih kurang dan pemahaman terkait pemanfaatan model pembelajaran masih rendah. 2.Praktik pembelajaran ini bisa memotivasi guru untuk mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif 3.Praktik pembelajaran ini bisa menjadi referensi dan inspirasi guru-guru lain bagaimana cara mengatasi permasalahan 4.Praktek pembelajaran ini ternyata sangat menarik motivasi dan minat siswa, dan meningkatkan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah atau project. Peran dan tanggung jawab saya sebagai guru dalam praktek ini adalah : Mengarahkan siswa untuk membuat suatu project sehingga siswa dengan secara mandiri mencari tahu informasi yang berkaitan dengan project dan bekerja sama dengan kelompok untuk mencipta produk sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Selain model pembelajaran, terdapat media pembelajaran yang di gunakan guru dalam pembelajaran agar kegiatan pembelajran dapat berjalan dengan aktif. Guru dituntut untuk menguasai teknologi terutama untuk menyajikan pembelajaran yang menarik. Guru dapat memanfaatkan aplikasi presentasi yang memungkinkan untuk melakukan luring bersama peserta didik. Sedangkan siswa dapat memanfaatkan aplikasi pembuatan presentasi,pembuatan buku dan pembuatan vidio simulasi (project). |
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, | Beberapa tantangan yang terjadi yaitu : 1.Penggunaan media pembelajaran dan metode yang belum tepat dan inovatif 2. Kurangnya motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam mengerjakan project yang diberikan oleh guru. Guru harus bisa menumbuhkan motivasi belajar peserta didik melalui proses pembelajaran yang menyenangkan, seru, asyik dan menantang. 3.Sarana dan Prasarana infokus terbatas 4.Terbatasnya literatur di perpustakaan sekolah. 5.Siswa hanya memanfaatkan teknologi untuk social media saja. Tantangan itu yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media pembelajaran inovatif yang sesuai gaya belajar peserta didik, pembuatan bahan ajar yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik serta pemilihan model pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran dan merangsang siswa untuk percaya diri dan mengenal berbagai aplikasi-aplikasi teknologi yang dapat digunakan dalam mengerjakan project yang diberikan. Siapa saja yang terlibat? Guru, siswa kelas XI TF 1, wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, kepala perpustakaan terkait pengadaan literatur di sekolah serta Kepala sekolah sebagai pemberi izin kegiatan |
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini | Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut: 1.Berkaitan dengan media ajar Guru menggunakan media PPT yang inovatifs sebagai aplikasi teknologi dalam pembelajaran sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Pembuatan media ajar yaitu melalui pembuatan slide PPT, video pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang diberikan guru. 2. Berkaitan dengan model pembelajaran. Guru menggunakan model pembelajaran project based learning (PJBL) model tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar dan daya pikir kritis serta kemandirian peserta didik. 3. Berkaitan dengan instrumen penilaian Dalam pembelajaran instrumen penilaian dilakukan secara menyeluruh mulai dari ranah kognitif berupa soal pilihan ganda sebanyak 10 soal. Ranah afektif terdiri dari sikap spiritual, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, dan sikap kritis. Ranah psikomotorik teridiri dari 2 aspek penilaian, yang diaman ketiga ranah tersebut termuat dalam kisi-kisi, indikator ketercapaian setiap ranah, dan rubrik penilaian diakhir pembelajaran. 4.Berkaitan dengan kondisi ruangan Guru mendesain ruangan dimulai dari kebersihan, kerapihan dan keindahan sehingga peserta didik memiliki motivasi belajar yang baik serta pembelajaran yang nyaman 5.Berkaitan dengan keterbatasan literatur Guru menyediakan literatur literatur yang dibutuhkan siswa. Selain itu siswa diperbolehkan mencari literatur di internet yang bisa dipertanggung jawabkan. 6.Berkaitan dengan Teknologi Guru dan siswa harus aktif menambah pengetahuan terkait aplikasi-aplikasi apa saja yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran sehingga pembelajaran semakin menarik, hasil project pun maksimal sesuai dengan tujuan yang ingin di capai dan siswa lebih mudah memahami materi yang sedang di ajarkan. Proses: Model pembelajaran Project Based Learning dengan menggunakan media video pembeljaran dan pengamatan langsung akan meningkatkan pemahaman siswa pada Pembelajaran, diawali dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.Menentukan pertanyaan mendasar pada fase 1 untuk merangsang kemampuan berpikir siswa melalui pengamatan langsung 2.Pada fase 2 membuat desain proyek berdasarkan pertanyaan pemantik pada fase sebelumnya yang akan dikerjakan siswa secara berkelompok. 3.Pada fase 3 menyusun penjadwalan tentang proyek dan menjelaskan tata cara pengerjaan LKPD, dan melakukan kajian literatur terkait project yang diberikan 4.Fase 4 memonitor perkembangan sesuai dengan prosedur pada fase sebelumnya. Pada fase ini diharapkan siswa secara mandiri dan kreatif dalam mengerjakan proyek di LKPD. 5.Fase 5 penilaian hasil dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan presentasi hasil proyeknya dan ditanggapi oleh siswa lain dan mengumpulkan project yang berupa buku saku 6.Pada fase 6 evaluasi pengalaman berisi mengenai penguatan dan cerita pengalaman siswa dalam belajar |
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut | Dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan adalah 1.Pemilihan Metode yang variatif sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa terlihat dari kegiatan siswa saat pembelajaran. Diskusi siswa semakin aktif. 2.Penggunaan media pembelajaran ini sangat membantu pemahaman peserta didik dibuktikan dengan hasil evaluasi (kognitif) setelah pembelajaran hampir seluruh peserta didik mendapat nilai di atas KKM. 3.Pemilihan model pembelajarn inovatif yaitu PBL dan PJBL, maka aktifitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sangat membantu dalam meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dan menumbuhkan berfikir kritis peserta didik terlihat dari persentasi kelompok, tanggapan dan jawaban pada saat pembelajaran di kelas 4.Desain kegiatan yang berpusat pada peserta didik sangat mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. 5.Dengan rasa percaya diri yang tinggi dapat membuat peserta didik lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya dalam proses mengajar di sekolah, baik itu ketika bertanya atau dalam memberikan diskusi Hasil Efektif yang di dapat pada kegiatan ini adalah Motivasi belajar peserta didik meningkat, kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat, peserta didik juga saling bekerja sama denganteman kelompoknya untuk menghasilkan project yang terbaik dan maksimal, setelah itu peserta didik dengan antusias menyajikan hasil karya mereka perkelompok.
Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan. 1. Kepala Sekolah a.Mendukung penerapan media pembelajaran berbasis IT yang digunakan guru dalam mengajar sesuai dengan karakteristik peserta didik sehingga peserta didik mudah memahami materi yang diajarkan oleh guru. b.Mendukung model pembelajaran, metode dan strategi yang dirancang oleh guru yaitu berpusat pada peserta didik sehingga dapat memacu peserta didik untuk berpikir kritis. 2. Rekan sejawat a.Mendukung jalannya proses pembelajaran dari awal sampai akhir. b.Mendukung pembelajaran berbasis HOTS, media ajar yang inovatif dan dengan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi menjadikan peserta didik lebih aktif dan fokus pada pembelajaran. c.Guru harus sering menggunakan Media pembelajaran yang semenarik mungkin dan terintegrasi dengan teknologi agar peserta didik semangat dalam belajar dan model pembelajaran yang bisa mengasah cara berpikir peserta didik. 3. Peserta didik Sebagian besar respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang dan antusias jika pembelajaran menggunakan media yang sangat menarik yaitu PPT powerpoint dan menonton video pembelajaran yang dapat dilihat dari angket respon peserta didik yang diberikan setelah pembelajaran dilaksanakan. Faktor pendukung keberhasilan 1. Warga sekolah Dukungan dari Bapak Kepala sekolah, Bapak/Ibu Guru sangat berarti dalam proses pembelajaran ini. Beberapa rekan guru membantu pengambilan video pembelajaran saya dan mau menukar jam mengajarnya pada pagi hari sehingga PPL terlaksana. 2. Guru (saya pribadi) Selalu berusaha memotivasi diri sendiri agar menjaga kesehatan, tidak putus asa dan selalu semangat dalam pembuatan perangkat mengajar karena faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terutama dalam hal pemilihan media dan model pembelajaran yang inovatif yang dikembangkan dalam RPP yang telah dibuat. 3. Peserta didik Peserta didik sangat mendukung pembelajaran yang dengan menggunakan media pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru karena selama ini guru jarang menggunakan media dan model pembelajaran yang membuat peserta didik tertarik mengikuti proses pembelajaran Pembelajaran dari proses keseluruhan tersebut. Berdasarkan proses dan aktifitas pembelajaran telah dilaksanakan guru, pembelajaran yang bisa diambil adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif memilih model dan media pembelajaran agar pembelajaran menjadi gampang, asik, seru, menantang, dan menyenangkan sehingga dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran yang nantinya berdampak pada peningkatan hasil belajarnya dan pastinya tujuan pembelajaran akan tercapai. |
Link Download file Best practices : Download





